Rss Feed

He's The One

Kepikiran buat nulis blog lagi, setelah saya chating dengan salah satu teman baik.
intinya sich cuma 1, yaitu "CURHAT".
Karna mungkin dengan saya menulis, mampu untuk menjernihkan hati yang sedang kacau..
Semoga...

Judul tulisan saya kali ini, "HE'S THE ONE"
why???
Karna dia begitu spesial... :)

Sesosok pria yang mungkin sulit untuk saya lupakan dari dalam memori otak, karna terlalu membekas saat:
bahagia,
sedih,
tawa,
bahkan tangis..
Bener-bener satu paket setelah kita memutuskan untuk mencintai seseorang.

Dialah jawaban dari semua pencarianku...
Yang mengajari saya tentang arti kepercayaan, pengorbanan, dan kesetian..
Thank's for all.

Tapi, sekarang berbeda...
Dan mau gak mau, saya harus mengikhlaskannya...
Karna qta telah menampakkan kaki di jalan masing-masing...

Cuma 1 harapan saya saat ini...
Satu kutipan dari lagunya Naff yang judulnya "Kenanglah Aku"...
"Mungkin suatu saat nanti, kau temukan bahagia meski tak bersamaku. Bila nanti kau tak kan kembali, kenanglah aku sepanjang hidupmu".

Teruntuk: Dhimas Bagus Eko Putranto

SETIA vs SELINGKUH

Setia emang susah, tapi buka berarti selingkuh itu mudah. Orang yang selingkuh itu termasuk orang-orang yang pintar lho!!!

What???? PINTAR???
Gak salah tuh!!!

Bener koq! kenapa? karena selingkuh itu harus, wajib, kudu pinter-pinter ngegombal, pinter menagement waktu, dan ini yang paling utama, yaitu pinter bohong ("ngapusi", dalam bahasa Jawa)...

Ada yang bilang sama saya, klo pacaran dengan orang yang setia itu ngebosenin, gak ada tantangan, gak greget (mungkin yang ngomong sama saya, kepalanya abis kejedot tembok :P). Tapi, giliran dapet pacar tukang selingkuh atau jago selingkuh yang ada cuma bisa gigit jari, sakit hati, nangis-nangis darah, sampe garuk-garuk tanah...

Serba salah ya???

Dikasi yang setia protes, dikasi yang selingkuh juga protes. Maunya apa sich???
Modar wae mbak, mas!!!

Kata kunci yang bisa mewakili setiap pertanyaan yang muncul tentang tema setia vs selingkuh yaitu KOMITMEN. Karna jika kita mencintai seseorang, berarti kita telah berkomitmen untuk menerima dia apa adanya, bukan karena siapa dia. Bukannya setiap manusia itu diciptakan dengan keterbatasan dan ketidaksempurnaan? Jadi "nothing is perfect".

Menurut saya bukan karena orang yang setia itu ngebosenin, tapi mungkin karena kita yang terlalu jenuh dengan gaya pacarannya. Jadi pinter-pinter kita lagi buat ngerubah suasana yang tadinya jenuh, bosen, enek ketemu "dy" jadi kembali deg-degan, grogi, salting kayak awal-awal pacaran.

Satu hal yang telah saya pelajari, bahwa "Setia itu memang sulit, tapi klo gak dicoba dan terus belajar buat setia, gimana kita tau apa kita termasuk orang yang TIPE SETIA atau TIPE SELINGKUH?"
Layak dicoba bukan????

Yah, kembali lagi ke diri kita masing-masing, mau memilih jalan untuk tetap setia atau jalan yang nyerempet-nyerempet bahaya alias selingkuh???

Cuma "kamu" yang tau jawabannya! ^.~

Jika Kita Mencintainya

Iseng-iseng saya buka friendster (FS) lagi, setelah bosen dengan facebook (FB) kemudian saya ketik alamat email dan password, dan lansung tekan ENTER.
Saya DIAM. Otak berhenti berpikir, darah berhenti mengalir, jantung berhenti berdetak. Lebay gak tuh kata-kata... Jijik saya nulisnya, tapi gak apa-apalah sekali-kali...
Huft... *menghela nafas. Masih tetep yang dulu, masih sama, gak berubah. Ialah, secara gak ada yang ganti semuanya kok! Damn!!! bikin hati jadi gak karuan aja.

Yang bikin saya benar-benar shock, saat saya baca lagi 5 prinsip pacaran yang pernah saya tulis di friendster. 5 prinsip itu menjadi prinsip pacaran buat saya.

"JIKA KITA MENCINTAINYA"

Jika kita mencintai seseorang,
jangan ragu untuk berkorban baginya,
walau nanti terasa berat.
Jika kita mencintai seseorang,
jangan pernah membuatnya terluka,
walau sulit 'tuk mengukir setia,
namun itulah awal menuju cinta sejati.
Jika kita mencintai seseorang,
jangan pernah membuatnya terdesak,
memilih diantara yang dicintainya,
membeiarkan bingung dalam dilema.
Jika kita mencintai seseorang,
jangan pernah membiarkan ia merasa sendiri,
menanggung lukanya seorang diri,
tanpa punya teman berbagi.
Jika kita mencintai seseorang,
jangan segan untuk menegurnya,
menarik dari tepi jurang dalam,
menjauhkan dari kata penyesalan